Jumat, 20 November 2009
SELAMAT DATANG
| Reaksi: |
Sabtu, 03 Oktober 2009
SONGA RAFTING INFORMASI & RESERVASI

SONGAdventure Rafting
Contact Person : Mr. Bagus
Telp : 031-71453654, 91903224
Hotline : 0817585446, 081357225708 (24 Jam)
Emai l : info.marketingsonga@gmail.com, marketing_songa@yahoo.com
URL :
- http://www.songadventure.blogspot.com
- http://www.songarafting.blogspot.com
- http://www.songarafting.wordpress.com
- http://www.etiquetteem.blogspot.com
- http://www.marketingsonga.blogspot.com
| Reaksi: |
Sabtu, 07 Februari 2009
WISATA ALAM UNTUK ANDA: Rafting di Songa





Info & Reservasi :
Contact Person : Sdr. Bagus Tj / Sdr. Andrian
Phone : (031) 71453654, 91903224
Hotline (24 jam) : 0817585446, 081803402000
Email : marketing_songa@yahoo.com,
info.marketingsonga@gmail.com
URL :
- http://www.marketingsonga.blogspot.com
- http://www.songadventure.blogspot.com
- http://www.songarafting.wordpress.com
- http://www.songarafting.blogspot.com
- http://wwww.etiquetteem.blogspot.com
| Reaksi: |
Jumat, 30 Januari 2009
incredible rafting songa
pake pelampung, helm dan peralatan tempur lainnya, bis itu kita di naikin mobil pick up pikirku deket ke sungainya, tapi ternyata apa yang aku pikirkan salah, perjalanan menuju sungai sangat jauh dan berliku2 kita smua diarak pake mobil bak terbuka dengan jarak yang jauh. bis itu diturunin dijalan pula, trus kita masih nglanjutin perjalanan lg dengan kaki melewati jalan setapak yang berliku2 dan jauh, para cowok pada kesakitan coz pada ga pake sendal sih..hahahaha, untung aku udah antisipasi pake sendal…
stelah jalan jauh dan capek banget akhirnya nyampe juga di sungainya, alamak deres banget arusnya…asyik, petualangan segera dimulai…banyak skali jeram2nya dan sangat menegangkan , dan yang paling bikin deg2an pas kita nyangkut di batu geeeedeeeeeeeee banget, mas2nya pada bantuin kita buat prahunya bisa jalan lagi, aku pikir aku bakalan jatuh dan ikut arus tp ternyata, oh My God.aku bisa terselamatkan bersama dengan kelompok ku yang super gede2, ups…:).jeram demi jeram udah dilewati ada sedikit kecelakaan, kepala temenku kebentur tebing, aou..pasti sakit banget, oia pas ad atebing yang lumayan tinggi aku ditawarin ma pemandunya buat terjun, wow aku coba aja, suer jangan sekali2 mencoba tanpa punya keberanian..awalnya aku berani tp pas nyampe atas keberanianku ilang, tp klo udah maju pantang mundur, dengan mata terpejam aku terjun dari tebing di songa.alamak suenangnya melebihi rasa takutku tadi, plong itu yang aku rasain…
akhirnya 9km sungai songa udah dilalui, capek sama skali ga trasa, yang ada hanya ketawa penuh kepuasan.slesei sudah pengalaman di songa benar2 ga akan terlupakan. I WILL COME BACK…."INCREDIBLE SONGA"
Rafting session II part 1
seorang temen yang posting ke milist milist,
“RAFTING….RAFTING…..”
“Bro…Sist….Om…Te…Pak..Buk… Kang….Jeng…”
“Tentang rencana rafting kita, gimana kalo segera aja kita laksanakan.
“Waktu pelaksanaan yang cocok adalah:”
“Hari dan tanggal : Sabtu, 1 Nopember 2008 (abis gajian nih..)”
“Tempat : Sungai Pekalen atas, Probolinggo. Jarak tempuhnyanya sekitar kurang lebih 12 km”
“Saya sudah menghubungi salah satu profider untuk petualangan rafting kita kali ini SONGA RAFTING,”
ahhhh…
Akhirnya rencana yang sudah sekian lama tertunda dan terancam batal karena kesibukan masing-masing di eksekusi juga.
Singkat cerita setelah melalui proses perdebatan yang cukup panjang akhirnya jadwal keberangkatan pun di undur sampe tanggal 8 November 2008,dan proses pendaftaran, pembayaran pun segera dimulai….
06/11/2008 14:00
ada invite-an confference melalui YM dari seorang teman,
oh..
ternyata technical meeting mengenai acara rafting pun dimulai,
tanpa banyak rencana akhirnya di putuskan meet point ku dengan temen2 yang lain di terminal probolinggo,
jadi berangkat dari denpasar malam hari dan perkiraan sampai di meet point pagi hari
dan bertemu teman-teman yang berangkat dari surabaya di sana
06/11/2008 20:00
bersama seorang teman terpaksa harus turun gunung,
untuk mencari ATM karena sudah waktunya untuk membayar kost2an,
jadi sebelum perjalanan ke probolinggo biar tidak ada beban mengganjal,
perjalanan pulang dari bawah, kehujanan dan aku pun terpaksa melakukan hal yang sangat memalukan.
(red: menggunakan jas ujan aneh,kekecilan dan berwarna pink,arrrghhhhhhh… pink???? bukan komang banget….)
saat itu terasa semua mata orang-orang di jalan tertuju pada jas hujan warna pink yang ku pakai,
walau sedikit terkesan membesar2kan.. tapi memang rasanya seperti itu… =)) =))
06/11/2008 22:00
sudah sampai kembali ke kantor,
dan masih kepikiran masalah pekerjaan yang belum selesai yang akan di deliver tanggal 10/11/2008
tapi kupaksakan untuk tidur lebih awal agar bisa bangun pagi dan memulai bekerja lebih pagi.
07/11/2008 04:00
Terbangun dari tidur dan baru sadar ternyata sendirian di kantor,
o… o…. rasa takut mulai mengganggu,
tapi berusaha kukalahkan dengan mencoba tidur lagi,
arrghhh…. ternyata tidak bisa tidur lagi…
07/11/2008 05:00
Kuhidupkan PC dan mulai bekerja sambil mendengarkan music keras-keras,
ckckckckck… demi rafting aku mulai bekerja jam 05.00 agar target pekerjaan bisa selesai…
07/11/2008 05:00 - 16.30
kukerahkan semua kekuatan untuk konsentrasi dan menyelesaikan pekerjaan,
akhirnya persiapan daily build tanggal 10/11/2008 pun selesai
comit semua pekerjaan ke repository, mandi dan cabut dari kantor
07/11/2008 18.00
perjalanan turun ke denpasar dan menuju kost seorang temen.
07/11/2008 23.00
Sampai di ubung dan siap untuk berangkat,
“Linggo Piro cak?” (”sampai Probolinggo berapa pak?”)
“wolung puluh” (”80 ribu rupiah”)
“larange… 60 ae yo…. ” (”kok mahal, 60 ribu aja ya…”)
“g iso mas, iku wes harga murah….” (”g bisa mas, ini sudah harga murah…”)
pas noleh ke bis…
ternyata sudah tidak ada bus ekonomi yang lain lagi…
bus yang menggunakan AC-pun tidak ada sama sekali
“yo wes lah….” (”ya sudahlah….”)
pada ticket ada tulisan kayak gini :
DPS - Linggo 65.000 ( Denpasar - Probolinggo 65.000 )
DPS - Boyo 80.000 ( Denpasar - Surabaya 80.000 )
hehehehe…
caloo… calooo….
keliatannya calo yang satu ini tidak bisa membedakan angka 65 dan 80,
atau mungkin calo yang satu ini hanya berusaha menjadi calo yang baik
yang pekerjaannya mendapat keuntungan dari menjual tiket
dan acara backpacker pun dimulai…..
masuk ke bis… dieng….
komposisi penumpang :
- 98 % orang madura
- 0,000000001 % orang bali (it’s me…)
- 1,999999999 % bibit ayam di dalam kardus yang bunyinya kiik.. kiik.. kiik….
maka terjadilah obrolan antara penumpang satu dengan yang lain yang tidak ku mengerti,
dan obrolan anatara ayam satu dengan ayam lain yang juga tak kumengerti
sudahlah… tidur saja….
08/11/2008 04.30
terbangun dan ternyata bus sudah parkir di areal pelabuhan gilimanuk
yang penuh sesak dengan bus-bus pariwisata dan truk pengangkut barang.
08/11/2008 06.00
bus keluar dari areal parkiran pelabuhan ketapang.
hehehehe.. lama banget ngantrinya…
08/11/2008 09.00
bus sampai di kota probolinggo.
“Rik, sudah sampai mana?”
“hehehehe.. masih di surabaya mas, baru mau masuk tol”
dienggggg……
diengggggg……
daripada mati bosan menunggu di terminal,
lalu aku turun di jalan yang menurut fillingku itu sudah dekat dengan terminal,
08/11/2008 10.00
berjalan kaki di seputaran kota probolinggo,
08/11/2008 11.00
masih berjalan kaki berputar-putar di seputaran kota probolinggo,
08/11/2008 12.00
makan pecel plus telor ceplok di sebuah warung,
gila… nasinya keras banget…
08/11/2008 12.15
mulai lagi berjalan kaki berputar-putar di seputaran kota probolinggo.
08/11/2008 13.00
capek jalan…
cangkruk (red: nongkrong) di depan kantor walikota probolinggo,
sambil menunggu kedatangan teman-teman dari surabaya…
08/11/2008 13.30
Perjalanan bersama teman -teman surabaya menuju basecamp Songa Adventure (red: vendor rafting yang akan kita pakai),
bersambung…….
Rafting
Tuesday, 20. January 2009, 04:49:10
Rafting, itulah kata yang pertama muncul waktu sedang kongkow dengan teman-teman setelah kita ke Bromo beberapa waktu kemaren, tercetusnya kata rafting karena ketidak-sengajaan yang ternyata mendapat persetujuan dari teman-teman yang lain untuk mengisi liburan akhir tahun 2008 kemarin. Setelah menentukan target untuk liburan, akhirnya kita mulai mencari informasi tentang rafting yang berlokasi dikota Probolinggo. Pencarian informasi berakhir dengan menjatuhkan pilihan kepada Songa dengan jalur atas (dengan harapan akan mendapatkan tantangan yang lebih seru dibandingkan dengan jalur bawah) sebagai tempat untuk bermain rafting. Selesai menjatuhkan pilihan tempat bermain rafting, kita mulai dibingungkan untuk mencari informasi (transportasi) tentang bagaimana kita bisa ke Songa, pilihan terakhir memutuskan bahwa kita ke Songa dengan menggunakan transportasi umum (Bis), rute yang akan ditempuh yaitu Surabaya-Probolinggo (Bis), Probolinggo-Pajarakan (Bis), Pajarakan-Songa (angkot+jalan kaki) dengan waktu tempuh sekitar 4 jam (kalau tidak kena macet diporong) :D.
Rencana awal keberangkatan adalah tanggal 28 Desember 2008, tetapi rencana ini terpaksa dibatalkan karena ada salah satu personil yang pada malam sebelum keberangkatan sakit mendadak. Rencana kedua keberangkatan dijadual ulang menjadi tanggal 1 January 2009 pukul 06:00 BBWI, tetapi sepertinya ALLAH berkehendak lain, 2 personil datang telat dari jam yang ditentukan, mereka baru datang sekitar pukul 07:30 BBWI yang menurut perkiraan saya sudah terlalu siang untuk berangkat ke Probolinggo, tetapi akhirnya kita tetap memutuskan untuk berangkat. Dan.. sepertinya hari itu kita benar-benar tidak diijinkan untuk bermain rafting, karena waktu kita tiba dilokasi, jam sudah menunjukkan pukul 12:00 BBWI. Waktu yang cukup terlambat untuk turun bermain rafting, ditambah lagi cuaca yang sedang hujan :frown:. Akhirnya kita hanya bisa menikmati pemandangan disekitar base-camp yang disediakan oleh Songa, sekaligus merencanakan ulang kapan kita bisa berangkat (kembali) ke Songa.
Penjadualan ulang memutuskan kita berangkat tanggal 3 January 2009 pukul 19:00 BBWI. Kita sengaja berangkat malam hari karena kita tidak ingin terlambat (kesiangan) untuk ke Songa keesokan harinya. Malam harinya pada tanggal yang sama kita bermalam di rumah teman yang telah berbaik hati untuk kita repoti dan menampung kita untuk bermalam. Esok hari, kita melanjutkan perjalanan ke Songa jam 06:00 BBWI, mengingat jarak Songa dari tempat kita bermalam masih sekitar 1 jam perjalanan. Setelah tiba dilokasi (base-camp Songa jalur atas) kita langsung bersiap menggunakan alat pengaman dan membawa peralatan masing-masing untuk kemudian diberangkatkan ke starting-point dengan menggunakan angkutan yang telah disediakan oleh Songa. Jarak dari base-camp ke starting-point lumayan jauh karena masih ditambah dengan jalan kaki untuk menuju ke starting-point :D (hitung-hitung untuk pemanasan). Meskipun jauh, selama perjalanan menuju starting-point kita dapat menikmati ukiran Yang Maha Kuasa melalui pemandangan alam yang terhampar disepanjang jalan.
Setiba di starting-point kita langsung menuju ke boat yang telah disiapkan, sebelum mulai menghanyutkan boat pada arus air sungai yang lumayan deras, guide yang menemani kita selama berada di atas air mulai memberikan instruksi apa-apa saja yang harus dilakukan selama mengarungi air sungai Pekalen. Seusai pemberian instruksi, boat mulai dihanyutkan mengikuti arus sungai. Pada sesi pertama perjalanan, kita lebih banyak disuguhi dengan pemandangan-pemandangan serta ukiran alam yang ada disepanjang sungai Pekalen, mulai dari tebing, gua kelelawar hingga air terjun siap memanjakan mata kita. Untuk jeram yang ada pada sesi pertama ini reltif mudah dilalui dibandingkan dengan jeram yang ada pada sesi kedua. Selama kurang lebih 1 jam mengarungi sesi pertama rafting, akhirnya kita sampai juga di resting-point, dimana kita bisa memulihkan tenaga dengan jajanan tradisional (snack) dan suguhan wedang jahe yang telah disediakan oleh pihak Songa.
Bosan berlama-lama di resting-point, akhirnya kita kembali menuju boat untuk lanjut ke sesi dua perjalanan, tidak berapa lama jeram-jeram yang arusnya lebih deras dibandingkan dengan jeram pada sesi pertama telah berhasil membuat kita berantakan di atas boat, beruntung boat tidak terbalik untuk ke-dua kalinya. Ditengah perjalanan sesi kedua, guide menepikan boat ke tepi sungai dan menantang kita untuk lompat dari sebuah batu yang ada di depan kita dengan tinggi sekitar 3-5 meter dari permukaan air sungai. Guide tersebut juga mengatakan, bahwa lompat dari batu tersebut merupakan ritual bagi siapa saja yang melakukan rafting disungai Pekalen. Akhirnya dengan penuh rasa penasaran & ketakutan (karena saya tidak bisa berenang :D), saya memberanikan diri untuk terjun ke air dari batu tersebut, dan seperti yang saya takutkan, setelah masuk ke air saya sempat terhanyut karena tidak bisa berenang :D, meskipun sempat terhanyut, saya masih tertolong oleh pelampung yang saya pakai.
Kita melanjutkan perjalanan setelah semua personil selesai melakukan ritual untuk menceburkan diri ke sungai dari batu dengan ketinggian 3-5 meter tersebut. Selama perjalanan menuju titik finish, jeram-jeram yang kita lalui masih tidak rela membiarkan kita duduk dengan tenang di atas boat. Selama kurang-lebih 2 jam berada di atas air, akhirnya kita sampai juga pada akhir perjalanan. Untuk kembali ke base-camp telah disediakan armada yang siap mengantarkan kita. Sesampai di base-camp kita langsung mandi untuk membersihkan diri, selama kita mandi, makan siang telah disiapkan untuk memanjakan perut dan memulihkan tenaga kita. Melihat lunch telah siap dihidangkan, langsung saja kita hajar tanpa tersisa (kecuali peralatan makan & minum tentunya).
Setelah beristirahat untuk memulihkan tenaga, akhirnya kita meninggalkan Songa sekitar pukul 14:00 BBWI. Dalam perjalanan kembali ke Surabaya ada personil yang berikrar akan kembali ke Songa suatu saat nanti, karena menurut dia perjalanan yang kita tempuh tadi masih kurang panjang rutenya & jeramnya masih kurang menantang :D.
Untuk menutup tulisan kali ini, saya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada keluarga besar teman saya Yuda, yang selalu bersedia kami repotin dan bersedia menampung kami jika kami melakukan perjalanan ke daerah Probolinggo, thanks a lot Bro...
Info & Reservasi :
Contact Person : Sdr. Bagus Tj
CDMA : (031)71453654, 91903224
GSM : 0817585446
Email : marketing_songa@yahoo.com
Ride on Pekalen’s Pounding River


Nov.05, 2008 in Indonesia, nature, tourism
To the rafting start locationBy: Boby Ferry Firmansyah
It seems like we have been planning this since centuries. Whirled by the works, we have decided to go to Probolinggo to chill out our heads with Pekalen’s pounding water. It’s a rafting, dude! My 13 friends and I went from Surabaya at 6 o’clock in the morning and reached up Probolinggo about four hours later. The receptionist in Songa Rafting’s basecamp then gave us a welcome smile.
We were split up in three groups, with one boat and two guides (as key controller of the boat) each. After a little bla-bla-bla, at 11 o’clock we went to rafting start location by Songa’s open tank Chevrolet Pickup. The tank had modified so it be a roofless cage. Cool! Unfortunately, due to 14 people there, we had to stand all trip long. Thank God it was only half an hour.
We stopped at T-intersection at a village I don’t know the name. Our car had no chance to through pass there, so we had to go on by walk. So after talked the talk, we had to walk the walk? No problemo. It’s been long time since I had not walked on pretty long distance. (Yeah, I kept on relieving myself with reasons). Fifteen minutes later, we arrived. I was really relieved for that moment.
I could hardly wait to get my feet on the water … but, damn! Pekalen’s water was muddy brown. Because of yesterday rain, I guessed. However, that pounding water was still tempting. I heard it says, “Come’ere, boy, got sumthin for ya!”
One of our guides gave us a short briefing; how to swim if we fall down to the water, how to lift up a buddy’s body to the boat, etc. And then we prayed together just before this crossing-the-cascades-activity has begun.
Finally, my boat got going, the two others behind. I have just known that every cascade had a name. First one is “Welcome Cascade”. I had thought it would be bloodcurdling. Moreover, the guide had told me that the water’s debit of Pekalen at the moment is higher than ordinary days. I was a bit worried.
Pose in the middle of a cascadeBut once we passed-through forth cascade, it became rock! We did not feel that we have been ridden on Pekalen for an hour already. It just rocks! So when the boat moved aside for repose, I was so disappointed. Happily, “We are half way yet,” my guide said.
In that repose post, they served us with jemblem (a snack made of cassava with palm sugar within), and natural coconut as beverage. We devoured them all in no time! Hehehe … Rowing is exhausting, you know it.
Fifteen minutes of repose was ended. The journey must be continued. Hey ho, let’s go!
For that time, three boats went at once. More fun, more laugh. We splash each other whenever our boats were close enough. Nah, that’s ridiculous. And childish. And, brrrr, that’s cold! But yet, that’s awesome. Until then, suddenly, we touched the finish line. Damn it.
The party was officially over.
At 14 o’clock, the group headed back to the hotel. Tomorrow, we would go to Bromo. God, I think I’m gonna rafting again sometime, somewhere.
For you who expect more challenge, I think raft on rivers whose higher difficulty level is a good idea. Or, raft in nighttime, where even with a flash and stick light you cannot anticipate any cascade. More adrenaline will be involved. Anyone? [photos by Boby Ferry]
SONGA RAFTING - I Bet You !!!
for everyone
Probolinggo, 19 Nopember 2007
Songa Rafting berlokasi di Kali Pekalen dengan waktu tempuh sekitar 3 jam arah timur dari Sidoarjo. Harga Tiket : 200 ribu/orang. No Camera, No Camera Phone, No Camcorder, No Handycam, No Peralatan Gambar **gokil**. Foto2 dijual dengan harga Rp. 10.000 / 1 lembar.
Fasilitas : mobil antar jemput, life jacket, helm, dayung, 5 life guard, 1 camera operator, 3 perahu, 1 guide tiap perahu, welcome drink, pisang goreng + jahe anget di tengah perjalanan, makan siang. Durasi tempuh: 2.5 jam dari seger sampe cape dey... View : mountain scenery, 50 jeram besar dan kecil, batu kali super gede, air terjun yang buwagoooossss. Di dinding sekitar air terjun ada ribuan kelelawar yang menyeramkan.
Songa menunggu anda untuk membuktikan apakah anda bernyali???
Incredible Rafting
Crop_rafting_2_2
Kegiatan Outbond ini memang banyak sesinya mulai dari permainan, olahraga, kekompakan serta kebersamaan dalam team, juga ada Paint Ball (Perang-perangan), acara puncaknya adalah Rafting (Arum Jeram) yang menegangkan dan sekaligus mengasikan..
The Incredible Rafting mungkin itu slogan yang tepat bagi Songa Rafting, ini merupakan pengalaman pertamaku, walaupun masih ada perasaan was-was takut perahu kebalik, sampai terjadilah kejadian yang tidak diinginkan oleh teman kami yang perahunya terbalik, tetapi Alhamdulillah karena kesigapan team Guide dari Songa Rafting yang selalu mementingkan keselamatan para peserta, maka teman kami yang te
rbalik berhasil di selamatkan, dan setelah kepanikan selesai maka dilanjutkan kembali sampai finis.
Avatar_rafting_5
Memang sungguh mendebarkan, mungkin suatu saat nanti pingin kesana lagi,
Info & Reservasi :
Contact Person : Sdr. Bagus Tj
CDMA : (031)71453654, 91903224
GSM : 0817585446
Email : marketing_songa@yahoo.com
| Reaksi: |
Team Building Outbound: Rafting at Pekalen
Lagi-lagi sebuah perjumpaan, melanjutkan tulisan yang terakhir tentang pengarungan sungai Pekalen yang masih merupakan satu acara di Outbound. Ini pengalaman Rafting kedua-ku, setelah beberapa tahun yang lalu juga pernah melakukan kegiatan serupa, hanya saja sekarang bersama dengan orang-orang yang profesional mengelola olah raga sungai ini.
Dimulai dari base camp Songa Rafting, usai mengenakan perlengkapan untuk arung jeram seperti helm, pelampung, serta dayung paddle (type dayung untuk perorangan) kami yang berjumlah sekitar 100-an lebih di bawa dengan mobil bak terbuka menuju lokasi pemberangkatan yang berjarak kira-kira 9 kilometerdi daerah Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris - Probolinggo. Sampai juga akhirnya di tempat pemberhentian terakhir setelah melewati beberapa Desa dengan jalan menanjak dan berkelok-kelok. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki kira-kira 800 meter menuju bibir sungai, tempat pemberangkatan.
Sesampainya di lokasi pemberangkatan, terlihat sudah banyak rekan yang bersiap juga. Belasan perahu karet juga sudah nampak berjajar di pinggir sungai, tempat pemberangkatan yang memang sempit itu semakin terasa sempit karena ramainya peserta yang akan turun ke sungai. Hari ini arus sungai Pekalen yang bersumber dari pegunungan Argopuro dan Gunung Lamongan cukup deras, menurut salah satu kru dari Songa Rafting saat-saat seperti ini lah Sungai Pekalen paling bagus untuk di arungi. Air sungai terlihat keruh dengan riak dan busa putih tersebar disepanjang sungai,Pada musim hujan memang air Sungai Pekalen agak berwarna coklat keruh, ini karena selain berasal dari mata air pegunungan Argopuro sungai pekalen juga menjadi penampung buangan air hujan dari sepanjang daerah yang dilewatinya, oleh karena itu pada saat musim penghujan kewaspadaan harus ekstra untuk menghindari luapan air bah yang mungkin saja datang tiba-tiba.
Setelah sedikit pengarahan dan intruksi dari guide yang akan memandu, satu persatu perahu karet yang berisi tujuh orang mulai berangkat mengarungi derasnya arus Sungai Pekalen.
***
Dari lokasi pemberangkatan di Desa Pesawahan, jalur pengarungan akan melewati tiga kecamatan di Kabupaten Probolinggo, yakni; Tiris, Bremi, Condong dan setidaknya akan terdapat 33 jeram di jalur yang berjarak sekitar sembilan kilometer itu. Sungai Pekalen sendiri termasuk sungai yang memiliki grade II - III untuk tingkat kesulitan pengarungan sungai, ini setara dengan tingkat kesulitan di Sungai Citarik, Jawa Barat.
Perahu kamu mulai meluncur, tak lupa ritual untuk tos menggunakan paddle dengan cara menganggat jadi satu ujung paddle lalu memukulkan ke air secara bersama-sama seperti yang biasa dilakukan para rafter profesional juga kami lakukan. Dimulai dengan melintasi jeram pertama, jeram Selamat Datang. "Maju kanan," Seru kru Songa yang menjadi guide di perahu kami untuk menghindarkan perahu dari sebuah batu besar disisi kiri perahu.
Sepertinya semua perahu melintasi jeram pertama ini dengan selamat, tidak ada satupun perahu yang kesulitan, namu begitu melintasi jeram kedua kami harus bekerja ekstra keras untuk mengendalikan perahu, arus di jeram kedua ini semakin deras dengan batuan-batuan besar terlihat di sisi kiri sungai. Meskipun dengan nafas yang berkejaran kami melanjutkan pengarungan sungai dengan wajah tetap ceria dan penuh tawa, meskipun beberapa teguk air Sungai Pekalen sempat tertelan.
"Alam menyimpan segalanya, didalamnya ada; keindahan, kedamaian, kesejukan, keganasan, ketakutan bahkan kematian"
"Di alam, menghadapi situasi apapun kuncinya harus tenang". Tiba-tiba saja ujung depan perahu menabrak sebuah batu, dan tumbukan keras tak terelakkan sembari berusaha menstabilkan perahu yang cukup terguncang tubuhku malah terlempar keluar dari perahu. Sempat berusaha untuk menggapai tali di bibir perahu dengan ujung paddle tapi gagal. Rasa-rasanya arus sungai membawa tubuhku semakin jauh dari perahu, satu yang saat itu ada dipikiranku "Aku harus tenang", ya, seperti yang di sampaikan instruktur sebelum berangkat. Aku coba kuasai keadaan dengan mengatur posisi tubuhku mengikuti kemana arus sungai membawaku, satu - dua jeram terlewati sedangkan arus sungai masih sangat deras, percuma aku berusaha melepaskan diri. Beberapa teguk air sungai masuk lewat mulut dan hidung, rasanya sungguh-sunguh tak pernah terbayangkan sama sekali. Didepan kulihat pusaran air yang cukup besar, buih putihnya menandakan bahwa arus disana sangat kuat dan aku harus berusaha menghindarinya kalau tidak mau tergilas didalamnya. Ternyata usahaku untuk menghindari jeram itu sia-sia, arus sungai terlampau kuat menarikku, dan... Aku rasakan tubuhku masuk kedalam pusaran buih putih itu, masuk benar-benar masuk dan tergilas didalamnya, empat - lima detik masih aku di bawah pusaran, berusaha tetap tenang dan pasrah (pada saat seperti ini pasrah dan berserah diri menjadi sesuatu yang sangat mendamaikan), semakin banyak air sungai yang tertelan membuat perut semakin mual dan pada beberapa detik berikutnya aku rasakan tubuhku terangkat keatas, satu semburan air keluar dari mulut yang sejak tadi menunggu kesempatan untuk dimuntahkan. Lega juga akhirnya bisa keluar dari pusaran air di jeram yang sebenarnya tak seberapa besar itu, sambil masih berusaha mengeluarkan sisa air yang tertelan mencoba untuk berenang ke pinggir sungai. Baru sadar kalau pinggiran sungai yang ternyata tebing-tebing batu bukan tempat yang tepat untuk di gapai akhirnya aku memutuskan untuk hanyut bersama arus sungai sambil mencari pinggiran sungai yang bisa aku raih. Dua jeram selanjutnya aku lewati dengan hanya berbekal helm dan pelampung serta dayung yang tidak berguna tapi coba untuk tetap aku pertahankan. Semakin banyak pula air yang tertelan masuk ke tubuhku, akhirnya sampai juga di sungai yang airnya cukup tenang tanpa tonjolan batu disana sini, sekuat tenaga aku coba untuk berenang ke tepian sungai, teriakan semangat rekan-rekan lainya dari atas perahu seolah menambah kekuatanku untuk segera sampai di tepi sungai yang memang kelihatan landai. Akhirnya dengan sisa-sisa tenaga sampailah juga di tepian sungai, istirahat sejenak sambil mencoba mengeluarkan sisa-sisa air tertelan.
Pengarungan dilanjutkan, perjalanan perahu dari jeram satu ke jeram berikutnya semakin pendek dengan kesulitan yang sangat bervariasi. Dari semua jeram yang akan dilalui, Jeram Good Blessmerupakan jeram yang paling berbahaya dengan tingkat kesulitan mendekati grade IV. Disitulah kami harus ekstra waspada karena kemungkinan perahu terbalik sangat besar, tapi untunglah kami memiliki guide yang handal yang tau benar seluk beluk sungai pekalen ini sehingga perahu kamu dengan selamat bisa melewati Jeram Good Bless. Ada yang unik dari nama-nama jeram yang ada di sepanjang Sungai Pekalen ini, mulai dari yang berdasarkan karakteristik sampai dengan nama yang diambil dari nama-nama pengarung jeram pernah melintasinya.
"Didepan kita akan melawati tiga jeram sekaligus, Jeram Kuda Liar, Kuda Binal dan Jeram Kuda Nil". Kata Mas Tono, guide dari Songa Rafting yang menahkodai perahu kami. "Kita akan melewati tiga jeram itu sekaligus tanpa ada kesempatan istirahat, siapkan diri sebaik mungkin dan ikuti intruksi", Lanjut Mas Tono dengan serius. Begitu terdengar aba-aba "dayung maju" kami semua serempak mengayunkan dayung kedepan menuju jeram pertama Jeram Kuda Liar. Jeram Kuda Liar, terlihat mengerikan dengan busa putih dan arus yang kuat disana-sini terlihat tonjolan batu sungai yang menambah riak air semakin besar, perahu kami seolah diguncang dengan hebatnya, selepas itu kami hanya bisa bernafas sejenak. Didepan jeram kedua sudah menanti, benar saja sesampainya di Jeram Kuda Binal kami seperti dihentak-hentakkan seekor kuda karena jalur yang menurun dan berjeram panjang.
Jeram-jeram lainnya adalah Mercury, Penantian, Rengganis, Lumba-lumba, Lorong, Delta. Di Jeram Lorong perahu benar-benar seperti memasuki sebuah lorong yang terbuat dari batu karang, jarak antara permukaan air dengan atap batuan hanya sekitar 50 cm kamipun terpaksa harus masuk ke tengah perahu untuk menghindar dari benturan dengan langit-langit batu. Ada sensai yang berbeda saat mengarungi setiap jeram yang ada.
Ditengah perjalanan kami menepikan perahu, untuk sekedar beristirahat, menikmati segarnya kelapa muda dan beberapa makanan kecil yang sudah tersedia. Waktu istirahat yang singkat cukuplah buat kami untuk berbagi cerita seputar pengarungan kami dengan rekan di perahu yang lain.
*****
Pengarungan sungaipun dilanjutkan kembali, kali ini jalur agak lebih bersahabat karena jarak antara satu jeram dengan jeram lainnya memiliki jarak yang cukup panjang. Pada beberapa lokasi kami sempat membuat beberapa atraksi dengan perahu kami, membuat perahu berputar-putar ditempat dengan saling mendayung maju dan mundur masing-masing kedua sisi perahu sampai kami berdiri melingkar diatas perahu sedanggkan guide yang menmani kami membuat gerakan mendayaung agar perahu bisa berputar-putar. Kesempatan lain juga digunakan oleh guide untuk membalikkan perahu, semua tercebur. Beberapa rekan yang tidak bisa berenang pada mulanya cukup panik, tetapi keberadaan pelampung yang melekat ditubuh kami mampu menahan berat badan untuk tidak tenggelam (menurut instruktur dari Songa Rafting, pelampung itu mampu menahan berat badan sampai 150-an kilogram) jadi bagi kami yang rata-rata berat badannya tidak lebih dari 70-an kilo masih dengan mudah mengapung.
Tak terasa hampir tiga jam perjalanan mengarungi Sungai Pekalen. Didepan terlihat beberapa bangunan kayu yang sangat kami kenal, ya... base camp Songa Rafting sudah terlihat didepan, ini berarti pengarungan ini akan berakhir karena memang titik finish dari jalur ini adalah base camp Songa Rafting di Desa Condong.
Oleh guide perahu kami diarahkan menepi, beberapa perahu yang lain terlihat sudah merapat dipinggir sungai. Terlihat wajah-wajah ceria dari beberapa rekan yang telah lebih dulu menyeleseikan jalur pengarungan. Sebelum turun dari perahu, terakhir kali kami lakukan tos dengan dayung, sambil bersyukur serempak pukulan ujung dayung ke air kami lakukan. Terima kasih Tuhan, hari ini telah Kau berikan pengalaman yang luar biasa.
Info & Reservasi :
Contact Person : Sdr. Bagus Tj
CDMA : (031)71453654, 91903224
GSM : 0817585446
Email : marketing_songa@yahoo.com
Rafting Songa Atas & Wisata Kuliner - 24 Mei 2008
|
|
|
|
| for everyone |
Rombongan berangkat dari Plant Pasuruan seputaran jam 7.00 pagi berikut sejumlah logistik untuk diperjalanan. Secara ini adalah sekaligus wisata kuliner, Rumah Makan TONGAS ASRI Probolinggo jadi pit stop pertama buat sarapan pagi. Setelah kenyang makan pagi dengan aneka menu disitu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Condong, Kecamatan Gading – Probolinggo, lokasi operator Songa berada.
Tiba di lokasi seputaran jam 11-an siang, sempat ada kesalahpahaman booking yang bikin mood jadi agak drop deh..
Puluhan jeram yang dilalui awalnya cukup surprise juga, karena punya contour yang berbeda dengan Songa Bawah. Debit air yang sudah sedikit menurun terlihat dari seringnya boat tersangkut, dibandingkan saat musim hujan, jadi tantangan sendiri buat kita agar boat tetap bisa melaju diantara bebatuan yang sewaktu-waktu akan menyulitkan kita.
Saya sendiri dengan tetep memilih tempat di depan (catat yaa…kalo pengen coba sensasi ketegangan rafting kudu duduk depan!!!! )
di Sungai Serayu
Pemandangan alam yang ditawarkan di Songa Atas ini sungguh FANTASTIS!!
Untungnya sekarang operator juga menyediakan dokumentasi berupa foto & VCD. Jadilah kita sempet bernarsis ria dengan background air terjun. Makin lama, makin asyik jeram-jeram itu bisa dilalui dengan sukses…gak terasa titik finish udah didepan mata..yahh….walhasil Songa Atas ini kami lalui kurang lebih 2 jam termasuk break untuk foto-foto dan istirahat. Semua berasa seneng..tapi kurang puasss !! kata bapak-bapak itu kurang lama! Nah ini dia penyakitnya rafting! Di awal-awal padha takut, kalo udah merasakan langsung ketagihan deh.
Selesai Rafting, hidangan Nasi Jagung, ikan asin, sambal terasi berikut sayur lalap kumplit..ludess kita santap. Sungguh nikmaatttt !! Alhamdulilah masih bisa menikmati makan enak biar malem harinya padha antri BBM naik!!! Halah!
Dalam perjalanan pulang ke Pasuruan, kita sempat pit stop lagi makan Bakso Edy di Probolinggo yang terkenal. Baksonya emang juaraaa neh!! Saya yakini ini jadi salah satu bakso paling sedap yang pernah dibuat diatas planet ini!!! *hiperbola*. Kombinasi kuah & aneka isi utk tiap porsinya …yummmyy bener.!
Jadilah wiken kemaren berasa fun bener, adrenalin cukup terpompa and perut kenyang!! Hehe…dan satu hal lagi alhamdulilah kekhawatiran gak ada yang celaka selama kegiatan kmaren dan selamat semua sampai tujuan pulang.
Rafting berikutnya kapan & cobain jeram dimana yaa??
Rafting di songa asiik juga
Gambar ini diambil waktu acara rafting dan bila dilihat foto ini satu persatu personalnya
dari depan pak kamto sama fery, wajahya begitu ceria disaat kapal mau turun melewati ombak yg begitu deras dan terjal baris kedua saya (jojo) sama mbak melinda dilihat raut wajahnya mbak mel yang satu ini begitu ketakutan padahal asik lo baris yang ketiga pungky sama sugeng begitu gembira dan terasa santai tidak kelihatan tegang keduanya terutama raut wajahnya pungky yang assiik banget. dari mulai start sampai finish begitu asik dan ditengah tengah ada acara makan kelapa muda, pokoknya asik deh tak terlupakan acara rafting ini seumur hidupku.
yang paling menegangkan adalah permainan kapal dibalik padahal aku ngak bisa berenang permainannya dijalankan juga, kata pemandu mas tarsan jangan takut tenggelam karena ada pelampungnya jadi ngak bisa tengelam katanya, terbukti tidak tenggelam aku senang juga akhirnya jadi ngak usa takut gitu looooooo

Info & Reservasi :
Contact Person : Sdr. Bagus Tj
CDMA : (031)71453654, 91903224
GSM : 0817585446
Email : marketing_songa@yahoo.com
| Reaksi: |
Kamis, 29 Januari 2009
Provinsi Lirik Rafting Pekalen Dijadikan Tempat Memecahkan Rekor Muri
PROBOLINGGO - Dinas Pariwisata Provinsi Jatim melirik salah satu potensi wisata Kabupaten Probolinggo untuk dijadikan tempat even. Yakni arung jeram (rafting) di sungai Pakelan, Tiris.
Rencananya, di tempat tersebut Dinas Pariwisata Jatim akan menggelar acara memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia). Yakni, rafting menggunakan 100 buah perahu karet dengan jumlah peserta 500 orang.
Sebagai tahap awal untuk merealisasikan kegiatan tersebut, Senin (19/1) kemarin Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur Harun bertandang ke pendapa Kabupaten Probolinggo. Dia didampingi Kepala Disbudpar Kabupaten Probolinggo Erlin Setyawati.
Maksud kedatangan Harun dan rombongan tersebut untuk melaporkan rencana kegiatan. Selain itu mereka sekaligus mohon izin kepada Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin sebagai tuan rumah.
"Kami berencana menggelar acara di salah satu tempat wisata di Kabupaten Probolinggo yakni rafting di Kecamatan Tiris. Kami mau mengadakan kegiatan memecahkan rekor Muri," ujar Harun.
Bak gayung bersambut, Bupati Hasan langsung menyambut baik dan mendukung rencana kegiatan tersebut. "Terima kasih atas kepercayaannya untuk memilih Kabupaten Probolinggo. Semoga dengan kegiatan ini pariwisata di Kabupaten Probolinggo dapat dikenal lagi oleh masyarakat di luar Probolinggo. Saya mengizinkan. Insya Allah saya akan mengikuti kegiatan ini", ujar Hasan.
Pada kesempatan tersebut Hasan juga menjelaskan beberapa obyek wisata unggulan Kabupaten Probolinggo seperti Gunung Bromo, Pantai bentar dan wisata religius Miniatur Kakbah.
Dalam kesempatan itu, Harun juga menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan tanggal 4 s/d 5 April 2009. "Selain rafting masal untuk memecahkan rekor MURI, juga akan dilaksanakan penamaman pohon disekitar lokasi rafting" jelasnya.
Untuk pelaksanaan kegiatan yang dikemas dalam acara bertajuk FESPA 2009 (Festival Sungai Pekalen 2009) tersebut, Disbudpar Propinsi juga akan menggandeng salah satu operator arung jeram di sungai Pekalen yakni Songa Adventure.
Harun menjelaskan potensi wisata di Jatim pada tahun 2008 kemarin jumlah pengunjung mengalami kenaikan. "Kami berharap dengan digelarnya acara seperti ini dapat memaksimalkan potensi wisata di Jatim. Sebenarnya Jatim ini mempunyai obyek wisata yang berlimpah. Jadi kami ingin memaksimalkannya," ujar Harun. (mie)
Songa Rafting, Probolinggo 22 04 2008
I love all activities related to water, especially white-river rafting. I did my first rafting in Phuket, Thailand a long time ago. It was not fun because there were too many rafts and people on the river (we were stuffed on the river like sardines). The timing was also too short, less than 2 hours.
Then, 3 years ago I went to Songa, Probolinggo, East Java. The river was so quiet, just a lot of trees and nature. The name of the river is Pekalen. The guide led us along more than 18 km of river with beautiful views of virgin forests.It was an unforgettable journey. I loved it.
I know there are many spectacular rafting areas in America the country I live in, but unfortunately I can’t stand cold water!
| Reaksi: |
Jumat, 23 Januari 2009
Rafting di Songa
Tanggal 29 November kemarin kantor saya ikut rafting ke Songa Probolinggo. Nyampe Songa atas sekitar jam 10 pagi, kita masih nunggu giliran rafting. Sayangnya kalo di Songa atas sini ngga bisa liat langsung sungainya seperti di Songa bawah, jadi ngga bisa ngambil foto sungai. Sambil 'membunuh' waktu, saya pun iseng ngambil foto dengan kamera pocket kebanggaan. :D Meskipun view-nya nyaris ngga ada yang menarik. Jadinya malah sibuk memfoto teman-teman kantor.



Sekitar jam setengah 12 kita dikumpulkan Mr. Guide untuk briefing. Dapet kosakata baru seperti :
- Dayung maju
- Dayung mundur
- Stop
- Boom
- Pindah kiri
- Pindah kanan
Setelah briefing kami pun mempersiapkan diri. Dimulai dari memakai jaket pelampung dan helm. Masing2 peserta dicek oleh Mr. Guide untuk memastikan jaket pelampung dan helm terpasang dengan benar. Kemudian mengambil dayung. Setelah siap, kami dibagi dalam kelompok-kelompok berisi 6 orang untuk diberangkatkan ke lokasi dengan truk bak terbuka. Setelah terguncang-guncang seperti sapi di atas truk selama 20 menit (sedikit ngeri juga karna jalannya menanjak), kami melanjutkan perjalananan dengan jalan kaki sekitar 1 km naik melalui jalan tanah menuju tepi sungai.
Di tepi sungai, tiap kelompok dibriefing lagi oleh guide masing-masing. Kosakata barunya kembali diajarkan berikut praktek langsung di atas perahu karet. Sandal-sandal jepit dilepas dan diikat ke perahu. Dan berangkatlah kami menyusuri sungai berarus deras dengan perahu karet.
Yang paling seru pas kita ngelewatin jeram matador, yang menurut Mr. Guide adalah jeram yang paling 'asyik'. Kita diinstruksikan untuk boom, boom di sini brarti jongkok di dasar perahu dengan memegang dayung dalam posisi tegak, sementara perahu meluncur melewati jeram. Pada seru teriak-teriak. Hehe.... Ada juga momen saat kita melewati jeram, trus perahu karetnya nyangkut di batu. Di sini kita harus menggoyang-goyang perahu sementara Mr. Guide mendorong perahu supaya kembali meluncur di air. Sampai kita melewati air terjun mini, dan perahu kita meluncur tepat di bawahnya, basah kuyup deh. Tapi seneng banget.
Sekitar 3/4 perjalanan kita nyampe di rest area. Kita istirahat sejenak sambil minum teh poka (teh jahe) dan pisang goreng. 15 menit istirahat, kita kembali meluncur. Seperempat perjalanan ini udah ngga seseru perjalanan sebelumnya. Jeramnya ngga terlalu banyak. Begitu nyampe finish, rasanya jadi antiklimaks. Banyak terdengar komentar, "Lho, kok sudah sampe sih?" :D
Naik dari sungai, kita kembali naik tebing kira-kira 300 meter menuju lokasi truk terparkir. Kembali terguncang-gucang di atas truk, kali ini cuma sekitar 15 menit. Nyampe Songa atas langsung pada mandi-mandi. Tempat mandinya agak 'horor' karna ngga ada pintunya, cuman pake gorden plastik. Tapi terpisah antara perempuan dan laki-laki. :D Airnya dingin banget. Sama sekali ngga ada bau kaporit. Setelah beres mandi, kita makan. Menunya nikmaaat banget untuk orang kampung macam saya. Terdiri dari nasi putih dan nasi jagung, urap-urap, tempe dan tahu goreng, perkedel jagung, ikan asin, pecel ikan pari, sambel kacang panjang. Ngga sempat ambil foto makanannya karna keburu laper. :D Yang jelas saya bolak-balik terus ke meja untuk nambah. Haha.....
Selesai makan beberapa dari kita langsung lanjut perjalananan ke Surabaya karna ada pelatihan. (hiks.. hari libur pelatihan, kasian banget ya) Sedikit nyesel juga karna ngga sempat liat2 foto kita yang dijual di sana. Menurut info temen2 yang pada pesen per lembarnya 25ribu.
Sebenernya pingin nyoba flying fox juga. Tapi adanya di Songa bawah. Mungkin lain kali bisa balik lagi. Yang jelas kalo diajak rafting lagi saya ngga bakal nolak.
By Linda
| Reaksi: |
Kamis, 22 Januari 2009
ARUNG JERAM BUKAN OLAHRAGA MAUT
Berbagai kabar kecelakaan yang menelan korban jiwa dalam kegiatan olahraga arung jeram masih membayang dalam benak ketika muncul ajakan menjajal olahraga air yang dicap sebagai “olahraga maut” itu.
Napas pun lega sesampai di garis finis. Ternyata olahraga mengarungi jeram-jeram sungai deras di atas perahu karet itu tak seseram yang dibayangkan. Bahkan muncul excitement yang tak terperikan nikmatnya untuk dirasakan. Pemandangan sekitar sungai yang berhulu di kaki Gunung Halimun dan jauh berbeda dengan suasana di kota itu pun menjadi kenikmatan lain. Alhasil, sayang kalau ajakan ikut merasakan sensasi berarung jeram itu ditolak.
Akibat kesalahan elementer
Tak mengherankan kalau kebanyakan orang serta merta menolak ajakan mengikuti kegiatan olahraga rafting ini. Sebab, ia sudah telanjur dicap sebagai olahraga “pembawa maut” menyusul berbagai event olahraga yang dipopulerkan di tanah air sejak 1970-an acap berakhir dengan timbulnya korban jiwa.
Penyebab peristiwa tragis itu sangat elementer dan naif. Para peserta minim pengetahuan, pengalaman, dan peralatan penunjang. Minimnya pengetahuan tampak pada peserta yang mengikat tubuhnya pada perahu.
Reputasi olahraga arung jeram di tanah air langsung terpuruk dengan adanya peristiwa-peristiwa itu. Perkembangannya pun lalu tersendat-sendat. Berbagai izin perlombaan dipersulit, bahkan sempat dilarang.
Ketika pada 1980-an beberapa kelompok orang mencoba menghidupkan kembali kegiatan olahraga ini, korban masih saja berjatuhan, beruntun lagi! Penyebabnya sama, soal keterampilan dan peralatan. Atau, kesalahan menyiasati karakter sungai berjeram yang diarungi.
Kunci selamat, aba-aba pemandu
Arung jeram sebenarnya perpaduan antara olahraga, rekreasi, petualangan, dan pendidikan. Unsur rekreasi terletak pada usaha mengatasi rasa takut. Selain itu, alam sekitar sungai juga menyuguhkan pemandangan yang lain dengan suasana keseharian bagi orang kota; suasana yang bisa menyegarkan pikiran yang sehari-hari sarat dengan rutinitas. Berbasah-basah ria sambil terpapar sinar matahari merupakan sensasi rekreatif lain yang jarang dialami dalam kehidupan sehari-hari.
Peminat arung jeram, apalagi yang baru pertama kali nyebur, rata-rata merasa gamang. Mereka was-was menghadapi kemungkinan terlempar dari perahu. Karena itu pengarung jeram dituntut selalu waspada untuk siap menerima situasi yang tak terduga. Inilah antara lain sifat kepetualangannya.
Unsur pendidikan terletak pada tuntutan kerja sama antarpenumpang perahu. Dalam arung jeram tak dikenal istilah penumpang VIP atau bukan VIP. Semua sama-sama menggunakan helm, memegang dayung, dan menggunakan pelampung. Semua harus tunduk pada aba-aba sang pengemudi alias pemandu yang duduk di belakang karena dialah yang bertanggung jawab atas keselamatan penumpang.
Sebagai pemandu, mereka dituntut untuk menularkan ilmunya kepada peserta arung jeram dalam waktu sekitar seperempat jam. Langkah ini sangat menentukan sukses tidaknya pengarungan nantinya. Kepiawaian pemandu mengurangi rasa takut, menekankan pentingnya kerja sama, dan meminta partisipasi tenaga calon penumpang akan sangat membantunya, terutama ketika melewati jeram berbahaya.
Kunci keselamatan dalam berarung jeram hanya satu, ikuti instruksi pemandu. Aba-aba itu tidak banyak, maju, mundur, kiri, kanan, stop, dan boom. “Maju” atau “mundur” berarti mendayung perahu ke depan atau ke belakang. “Kiri” atau “kanan” artinya hanya penumpang sisi kiri atau sisi kanan perahu yang boleh mendayung. “Stop” memerintahkan seluruh penumpang berhenti mendayung dan dalam posisi siap, yakni dayung (padle) dipangku dan ujungnya dipegang dengan telapak tangan. Sedangkan boom itu aba-aba untuk menyuruh penumpang merunduk karena di depan ada alangan yang mengancam kepala penumpang.
Dari sebuah buku pintar rafting ada hal yang harus diingat selama berarung jeram, yakni RIDE: Read (membaca), Identify (mengenal), Decide (memutuskan), Execute (melaksanakan). Jadi, selama berjam-jam berarung jeram, setiap penumpang dituntut selalu waspada terhadap jalur pengarungan sambil mengenali medan di sekitarnya. Pada saat tertentu mereka harus menentukan tindakan sambil melaksanakannya, semisal aba-aba dari kapten (kapten merupakan istilah yang biasa dipakai dalam arung jeram profesional. Sedangkan dalam wisata arung jeram, kapten disebut pemandu).
Dari mulut ke mulut
Sebenarnya banyak sungai berjeram di Indonesia yang berpotensi untuk dijual. Di Jawa Tengah, selain Sungai Progo, ada Sungai Serayu yang belum lama ini digunakan sebagai ajang lomba arung jeram. Di Probolinggo, Jawa Timur, terdapat Sungai Pekalen, salah satunya SONGAdventure.
Perlengkapan yang harus dibawa peserta berupa sandal gunung, T-shirt, celana, kacamata hitam, krim pelindung matahari, dan baju ganti.
Nah, daripada hanya membayangkan nikmatnya berarung jeram ria, kenapa tidak mencoba saja?Hub. SONGAdventure Marketing Team
Direct Access Marketing : 031-71453654 atau 0817585446
Comtact Person : BAGUS TJAHJONO
CDMA : 031) 71453654, 91903224
GSM : 0817585446
Email : marketing_songa@yahoo.com,
URL : http://marketingsonga.blogspot.com
| Reaksi: |
Reservation Letter
Formulir Reservasi
Nama :
Perusahaan / instansi :
Alamat :
Telp :
Email :
Paket yang anda minati : No.......
- Outbound
- Outing plus/Gathering
- Rafting
- Paintball *)
Peserta : orang
Mohon di Fax Ke 031-5926297 atau email : marketing_songa@yahoo.com
| Reaksi: |












